Melihat Pola Kemacetan di Kota Bandung Ketika Sebelum dan Setelah Pandemi

Siapa sangka Bandung pernah tercatat sebagai Kota Termacet di Indonesia?! Yups, Bandung yang dikenal sebagai Paris-nya Pulau Jawa ini pernah berstatus kota teracet se-Indonesia pada tahun 2019.

Berdasarkan rilis Asian Development Bank, dalam laporan bertajuk Update of the Asian Development Outlook 2019 Bandung menduduki peringkat ke-14 sebagai kota teracet Asia, sekaligus termacet di Indonesia mengalahkan kota-kota besar seperti ibu kotanya. Jakarta dan Kota Surabaya.

Sementara itu, dikutip dari BBC Indonesia, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung, EM Ricky Gustiadi mengungkapkan, penyebab kemacetan yang terjadi di Kota Bandung karena tingginya penggunaan kendaraan pribadi, berdampak tidak optimalnya masyarakat. layanan transportasi. Menurutnya, rasio penggunaan kendaraan pribadi terhadap angkutan umum di Kota Bandung adalah 80 persen berbanding 20 persen.

Berdasarkan laporan kecelakaan yang tercantum di aplikasi Waze pada periode April 2019 hingga Februari 2020, atau sebelum wabah pandemi covid 19, rata-rata laporan kecelakaan sehari di jalanan Bandung bisa mencapai lebih dari 500 laporan, dengan puncak kemacetan terjadi pada hari Sabtu. Rata-rata panjang kemacetan yang terjadi adalah sepanjang 1:14 km dengan durasi rata-rata 9,9 menit.

Itu berubah ketika wabah pandemi mulai muncul dan kebijakan yang membatasi mobilitas orang diterapkan. Pada periode Maret 2020 hingga Maret 2021, rata-rata laporan harian kemacetan di jalan-jalan Kota Bandung turun sekitar 80% dibandingkan sebelum pandemi. Dalam sehari, rata-rata hanya ada sekitar 100 laporan yang diterima, dengan rata-rata lama kemacetan sama seperti sebelum pandemi yaitu 1:14 km dan rata-rata durasinya sedikit menurun menjadi 9,6 menit. Fakta lain, puncak kemacetan masih sama seperti sebelum pandemi, yang terjadi pada Sabtu.

Dari uraian data dan fakta di atas dapat diketahui bahwa pola kemacetan yang terjadi di Kota Bandung relatif sama, baik seperti sebelum maupun saat pandemi, ditinjau dari tingkat kemacetan puncak dan tingkat keparahan kemacetan, meskipun jumlah laporan jauh berkurang.

Kemunduran tersebut lebih disebabkan oleh adanya kebijakan pembatasan sosial yang diterapkan dan mobilitas penduduk yang mulai berkurang dengan disesuaikannya kebiasaan-kebiasaan baru, seperti bekerja dan belajar dari rumah. Puncak kemacetan di hari Sabtu juga menunjukkan bahwa kedatangan pemudik Bandung lebih ramai di akhir pekan dibandingkan komuter yang bekerja di tengah minggu, baik sebelum atau sesudah pandemi merebaknya pandemi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*