Ular Bukanlah Hewan Pertama yang Menyebabkan Coronavirus

Ular Bukanlah Hewan Pertama yang Menyebabkan Coronavirus

Meski hewan penyebab infeksi Novel coronavirus di kota Wuhan adalah ular, virus corona sendiri sudah ditemui sejak tahun 1960. Coronavirus adalah virus zoonosis, yang bermaksud BAHWA virus ini berasal dari hewan dan kemudian ditularkan ke manusia.

Virus zoonosis masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, termasuk virus corona baru yang telah menyebar selama sebulan terakhir. Berbagai penyakit seperti SARS, Mers, dan Ebola yang sudah terlihat di tahun-tahun sebelumnya juga menjadi epidemi global yang membuat masyarakat resah.

Menurut beberapa kajian yang telah dilakukan berkaitan dengan virus zoonotik, haiwan yang tergolong dalam kumpulan mamalia dan burung mempunyai potensi yang lebih besar untuk menyebarkan wabak penyakit. Sebenarnya, mamalia itu sendiri mengandungi 320,000 virus yang belum dapat dikesan. Julat inang virus yang ada dari haiwan ini juga lebih luas.

Fakta ini diperkuatkan lagi dengan penemuan kelelawar sebagai haiwan yang menjadi tuan rumah virus yang menyebabkan SARS dan tidak menolak kemungkinan bahawa kelelawar juga merupakan sumber coronavirus Novel.

Kelelawar Chiroptera adalah mamalia yang dapat ditemukan di seluruh penjuru dunia, kecuali di Kutub Utara, Antartika, dan beberapa pulau di lautan. Hewan ini adalah satu-satunya mamalia yang memiliki kemampuan terbang.

Kelawar ialah inang bagi berbagai mikroorganisme yang bisa menyebabkan penyakit serius pada manusia. Keberadaannya yang mudah ditemui di perkotaan membuat hubungan manusia dengan hewan semakin erat.

Penularan mikro organisma dikoloni kelawar didukung dari tingkah laku kelawar yang senang berkumpul didalam satu sarang. Kelelawar dapat menyebarkan jangkitannya melalui inang perantaraan dengan banyak cara. Salah satunya adalah kebiasaan kelawar yang sering meninggalkan makanan yang akan jatuh ke tanah dan dimakan oleh haiwan lain.

Di situlah jangkitan merebak. Sekiranya haiwan itu bersentuhan dengan manusia, bukan mikroorganisma dari kelawar juga akan ditularkan ke manusia. Sementara penyebaran langsung dapat disebabkan oleh memakan daging kelelawar yang dijangkiti dan digigit, seperti dalam kasus rabies.

Sekiranya anda memikirkan penyebaran novel coronavirus yang baru saja berlaku, pengambilan daging kelelawar boleh menyebabkan seseorang dijangkiti virus yang boleh menyebabkan radang paru-paru.

Haiwan Berjangkit Coronavirus sebelumnya
Seperti yang telah dijelaskan, penyebaran virus dengan kelawar sebagai inang utama juga terjadi pada penyebaran jenis koronavirus sebelumnya, iaitu SARS dan MERS.

Berdasarkan maklumat WHO, virus SARS-CoV pertama kali dikenalpasti di China pada tahun 2003. Penyakit ini ditular melalui musang yang lalu dijangkiti dari kelelawar ke manusia. Kemudian ada MERS-CoV, yang pertama kali dikenal di Arab Saudi pada tahun 2012, berasal dari unta dromedari.

Kedua penyakit tersebut kemudian merambat global serta merenggut banyak korban.

Terdapat beberapa coronavirus lain yang telah dikenal pasti pada haiwan, tetapi setakat ini tidak menjangkiti manusia.

Sumber: Hello Sehat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*